Selasa, 30 Januari 2024

PENGERTIAN FIKIH BAB 1







1. Pengertian Fikih Kata “fikih” ditinjau dari segi bahasa berasal dari kata kerja dasar bahasa Arab فقها - يفقه - فقه yang memiliki beberapa arti, yaitu; “memahami secara mendalam, mengerti, dan ahli”. Paham di sini maksudnya adalah paham dan mengerti maksud yang dibicarakan. Adapun “fikih” ditinjau dari segi istilah, dikutip sebagaimana pendapat Abdul Wahab Khalaf. Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa fikih itu berkaitan dengan berbagai ketentuan hukum syara’, baik yang telah ditetapkan langsung oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya di dalam al-Qur’an dan al-Hadits maupun berbagai ketetapan maupun hukum syara’ yang ditetapkan oleh para ahli fikih atau mujtahid dari masa ke masa. Sedangkan yang dimaksud dengan ketentuan hukum syara’ adalah ketentuan hukum yang terkait dengan perbuatan manusia dari berbagai aspek kehidupan. Dengan kata lain, hukum syara’ adalah sejumlah ketentuan hukum yang mengatur semua perbuatan manusia yang meliputi nilai dan ukurannya, namun ia tidak mencakup persoalan yang berhubungan dengan aqidah. Dalam pada itu, hukum syara’ haruslah didasarkan pada dalil-dalil yang terperinci yang dijadikan pijakan dan merupakan sumber pembentukan hukum syara’.
2, Obyek Pembahasan Ilmu Fikih Ilmu fikih merupakan cabang (furu’) dari ilmu ushul fikih. Yang menjadi obyek pembahasan dari ilmu fikih adalah perbuatan mukallaf dan nilai-nilai hukum yang berkaitan erat dengan perbuatan tersebut. Dapat dikatakan pula bahwa perbuatan seorang mukallaf itu berkaitan erat dengan taklif syar’i yang menjadi beban seorang mukallaf dalam berbagai aspek kehidupannya. Berbagai aspek kehidupan mukallaf meliputi aspek; p, mu’amalah dan jinayah. Aspek ibadah menyangkut hubungan vertikal antara manusia dengan Allah Swt. dan juga menyangkut segala persoalan yang berkaitan erat dengan urusan mendekatkan diri kepada Allah Swt. seperti sholat, puasa, zakat dan haji serta berbagai bentuk amal kebaikan yang lainnya. Dari sini pula muncul istilah ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah. Ibadah mahdhah adalah ibadah yang memiliki syarat dan rukun yang ditentukan oleh syari’at dan pelaksanaannya dijelaskan dalam al-Qur’an dan al-Hadits. Ibadah ghairu mahdhah adalah ibadah yang sifat, bentuk, kaifiat dan waktunya tidak dijelaskan secara rinci, namun al-Qur’an dan al-Hadits hanya memberikan dorongan atau motivasi yang tinggi agar manusia berkeinginan yang tinggi mengerjakan kebajikan dan amal shaleh dalam berbagai hal dan kesempatan semata hanya mengharapkan ridlo Allah Swt. seperti saling tolongmenolong dalam berbuat kebaikan, mencari ilmu, meringankan beban sesama yang terkena musibah, dan lain sebagainya. Ibadah ini merupakan kewajiban manusia sebagai hamba Allah Swt. dan sekaligus merupakan bentuk pengabdian diri manusia sebagai hamba Allah Swt. yang beriman dan bertaqwa
3, Tujuan Mempelajari Fikih Tujuan mempelajari fikih adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Abdul Wahab Khalaf adalah terkait dengan penerapan hukum syara’ yang berhubungan dengan perbuatan ataupun perkataan seseorang. Dan fikih merupakan rujukan bagi para hakim dalam menetapkan dan memutuskan serta menerapkan hukum yang berkenaan dengan perbuatan dan perkataan seseorang. sebagai rujukan bagi setiap orang untuk mengetahui hukum syara’ yang berkenaan dengan perbuatan dan perkataan seseorang. Kemudian dengan mempelajari fikih manusia akan mengetahui mana yang halal dan mana yang haram, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Kesemuanya itu merupakan kebutuhan manusia agar tercipta kemaslahatan dalam hidup dan kehidupan manusia baik di dunia maupun nanti di akhirat. 









Selasa, 31 Oktober 2023

KARTUN YANG ANDA SUKAI

 

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSe2vRFcJ7aFleLnVFQ8kY5BP4_JhzFbKq96UKr95QDP9gUgAg/viewform?usp=sf_link

Kamis, 14 Juli 2022

5 PESAN DARI TAN MALAKA







1. Pengupasan yang cocok betul atas masyarakat Indonesia syarat terutama untuk mendapat perkakas revolusi, dan itu pulalah yang menjadi syarat pertama yang mendatangkan kemenangan revolusi kita.

2. Kemauan Rakyat itulah kemauan Tuhan.

3. Para ahli filsafat sudah memberi bermacam-macam pemandangan tentang dunia itu. Yang perlu lagi ialah merubah dunia itu.

4. Revolusi ialah yang disebabkan oleh pergaulan hidup, satu hakekat tertentu dari perbuatan-perbuatan masyarakat.

5. Di dalam masa revolusilah tercapainya puncak kekuatan moril, terjadinya kecerdasan pikiran dan memperoleh segenap kemampuan untuk pendirian masyarakat baru.

BY:ANDI MUH IKBAL

Selasa, 22 Maret 2022

MENGISI DAN MEMANFAATKAN BULAN SYAKBAN


Sebagian ulama mengatakan, Syakban berasal dari kata Sya’a ban yang bermakna ‘terpancarnya

keutamaan’. Sementara sebagian ulama lagi mengatakan, Syakban berasal dari kata As sya’bu

(dengan fathah pada huruf syin), yang secara harfiah bermakna ‘menambal’, yakni Allah

menambal dan menutupi kegundahan hati (hamba-Nya) di bulan Syakban.

Menilik berbagai keutamaan bulan Syakban yang juga lazim dikenal sebagai “Bulannya

Rasulullah” ini, dianjurkan bagi kaum Muslimin untuk bersiap menyambutnya dengan beberapa

langkah penting, di antaranya:


1. Memohon pertolongan kepada Allah dan

bertawasul kepada Nabi Muhammad Saw serta

Keluarga Sucinya agar kita memperoleh taufik dalam

meraih rida Allah Swt di bulan ini.

2. Menelaah buku Mafātih al-Jinan bab amalan bulan

Syakban.

3. Membaca tuntunan muhasabah diri di bulan

Syakban dari kitab al-Murāqabāt karya Mirza Jawad

Maliki at-Tabrizi.


4. Bertekad kuat untuk melaksanakan salat di awal

waktu.

5. Bersungguh-sungguh untuk mendidik dan

menyucikan jiwa dengan perangai terpuji dan

menghindarkannya dari perangai buruk.

6. Bertekad untuk berpuasa, dan memotivasi

kerabat, tetangga dan rekan untuk melaksanakannya pula.


7. Memperbaiki hubungan pergaulan dengan

kerabat, tetangga, rekan dan seluruh kaum

Muslimin.

8. Memohon maaf kepada pihak-pihak yang pernah

kita ambil haknya selama tahun-tahun sebelumnya.

9. Menghapuskan dendam terhadap kerabat,

tetangga dan rekan, serta meluruskan niat.


Sumber: A’māl Asyhur an-Nūr


                                                                               -[]-

Senin, 21 Maret 2022

5 KOTA YANG MENARK DIKUNJUNGI MENURUT ANDI IKBAL

 MENGISI DAN MEMANFAATKAN BULAN SYAKBAN




 

Sebagian ulama mengatakan, Syakban berasal dari kata Sya’a ban yang bermakna ‘terpancarnya keutamaan’. Sementara sebagian ulama lagi mengatakan, Syakban berasal dari kata As sya’bu (dengan fathah pada huruf syin), yang secara harfiah bermakna ‘menambal’, yakni Allah menambal dan menutupi kegundahan hati (hamba-Nya) di bulan Syakban.

 

Menilik berbagai keutamaan bulan Syakban yang juga lazim dikenal sebagai “Bulannya Rasulullah” ini, dianjurkan bagi kaum Muslimin untuk bersiap menyambutnya dengan beberapa langkah penting, di antaranya:


1. Memohon pertolongan kepada Allah dan bertawasul kepada Nabi Muhammad Saw serta Keluarga Sucinya agar kita memperoleh taufik dalam meraih rida Allah Swt di bulan ini.


2. Menelaah buku Mafātih al-Jinan bab amalan bulan Syakban.


3. Membaca tuntunan muhasabah diri di bulan Syakban dari kitab al-Murāqabāt karya Mirza Jawad Maliki at-Tabrizi.


4. Bertekad kuat untuk melaksanakan salat di awal waktu.


5. Bersungguh-sungguh untuk mendidik dan menyucikan jiwa dengan perangai terpuji dan menghindarkannya dari perangai buruk.


6. Bertekad untuk berpuasa, dan memotivasi kerabat, tetangga dan rekan untuk melaksanakannya pula.


7. Memperbaiki hubungan pergaulan dengan kerabat, tetangga, rekan dan seluruh kaum Muslimin.


8. Memohon maaf kepada pihak-pihak yang pernah kita ambil haknya selama tahun-tahun sebelumnya.


9. Menghapuskan dendam terhadap kerabat, tetangga dan rekan, serta meluruskan niat.


Sumber: A’māl Asyhur an-Nūr

Profile Riwayat Hidup

  https://sg.docworkspace.com/d/sIDm4r6rFAYDFp68G?sa=e1&st=0t